.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WR.WB.

Pembaca yang baik hatinya, sebagai makhluk sosial, tentulah kita tidak bisa lepas dari bergaul dengan orang lain, saling membutuhkan dan saling memberi. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor terjalinnya persaudaraan antar sesama. Dan karena keakraban tersebut pula mendorong kita untuk saling berkunjung atau bertamu.

Dalam Islam saling berkunjung sangatlah dianjurkan. Oleh karenanya, Islam mengajarkan adab/ tata kramanya. Baik adab/ tata krama bertamu maupun menerima tamu.

A. Adab Bertamu di antaranya:
1. Niat bertamu dengan ikhlas

2. Mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan

3. Mengetuk pintu tiga kali dan meminta izin (baca QS. An Nur: 27)

4. Berjabat tangan hanya sesama jenis, yang lain cukup menunjukkan sikap hormat

5. Berbicara dengan bahasa yang sopan dan santun

6. Menghormati aturan-aturan yang ditentukan oleh tuan rumah dan mematuhinya,
misal : duduk di tempat yang diperkenankan

7. Tidak berlama-lama dalam bertamu dan jangan sampai membuat tuan rumah jemu

8. Tidak masuk ke dalam rumah seorang wanita yang suaminya tidak di rumah, kecuali bila ada orang dewasa lain di rumah dan telah mendapat izin dari suaminya.

B. Adab Menerima Tamu diantaranya:
1. Menyambut tamu dengan ikhlas dan wajah penuh keramahan

2. tidak membeda-bedakan sikap terhadap tamu yang hadir ke rumah kita, kecuali dalam tingkat ketakwaan dan kekerabatannya. Sebaliknya, tidak membedakan antara tamu yang kaya atau pejabat dengan sikap yang berlebih-lebihan atau menelantarkan tamu karena dia tergolong orang yang miskin

3. memberikan jamuan terhadap tamu sesuai dengan kemampuan

4. berusaha memenuhi keperluan tamu yang hadir itu

5. menemui tamu dengan wajah ceria, sikap antusias, serta sopan dan santun terhadap tamu, terutama ungkapan rasa terima kasih atas kehadirannya di rumah kita

6. usahakan agar tamu senantiasa gembira dan senang berada di rumah kita, bila perlu berikanlah cinderamata sebagai kenang-kenangan dan rasa syukur

7. bila tamu yang datang itu tidak kita inginkan, janganlah sekali-kali menunjukkan sikap yang membuatnya tersinggung. Jika ingin menolaknya, tolaklah dengan cara yang bijaksana

8. jika tamu telah berpamitan akan pulang, antarlah atau iringilah tamu sampai ke pintu rumah (pagar) karena hal ini termasuk sunah.

Demikianlah beberapa tata krama bertama dan menerima tamu yang bisa saya share, semoga bermanfaat, aamiin..

Sumber : editan PAI Kls X
WASSALAAMU 'ALAIKUM WR.WB.

.gapura-sumber-ami.jpg