ajal.jpg

AssalĂ mu 'alaikum

Mungkin, kita juga seringkali berharap lebih kepada dunia ini untuk memenuhi hasrat yang ada dalam diri kita, memburu kesenangan yang belum juga kita rasakan.

Padahal sudah tidak diragukan lagi kebenarannya, bahwa kita semua pasti akan mati dan meninggalkan dunia yang fana ini. Alam yang fana berarti alam yang akan hancur, bersifat sementara dan keberadaannya tidaklah kekal abadi. Itu artinya, jelaslah bahwa dunia ini dan keseluruhan yang ada di dalamnya merupakan alam keterbatasan (serba terbatas).

Dengan demikian, tidaklah mungkin rasanya dunia ini akan sanggup dan mampu memenuhi segala hasrat manusia. Manusia yang mengemban hasrat Tuhan, hasrat kepada kebaikan di dunia dan akherat.

Kita tahu, dan banyak sekali orang yang mengetahui bahwa dunia ini fana, tidak kekal dan pasti akan hancur. Namun, tidak sedikit pula orang yang belum menyadari hal tersebut. Adalah jelas terlihat dari sikap mereka (orang-orang yang belum memahami dan menyadari akan kefanaan dunia) yang terus mengejar-ngejar dunia, menumpuk harta dunia dan takut kehilangannya.

Ketahuilah, bahwasanya bukan dunia yang akan meninggalkan kita. Akan tetapi justru sebaliknya, kitalah yang akan meninggalkan dunia ini melalui jalan atau proses kematian untuk melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya yaitu Alam akherat. Alam yang tidak terbatasi oleh jasad, alam yang lebih luas dan abadi.

Lalu, mengapa kita takut kehilangan dunia?

Hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan itu. Adalah mungkin karena kita lupa akan perjalanan hidup, mengira atau bahkan meyakini bahwa dunia ini akan kekal abadi, dan adanya penyakit berupa cinta dunia yang melekat dalam diri kita.

Ya., penyakit cinta dunia akan menjadikan manusia takut kehilangannya, menjadikan manusia panjang angan-angan terhadapnya, dan menjadikan manusia selalu berupaya meraih kesenangan duniawi semata tanpa menghendaki kehidupan yang lebih baik di akherat.

Akhirnya, kita mesti harus menyadari bahwasanya dunia hanyalah alam lintasan menuju akherat. Maka dari itu, mari kita kembali fokuskan pandangan kepada tujuan hidup ini. Jangan sampai dunia membuat kita terlena hingga kita terlambat memasuki tempat terbaik yang Allah sediakan di akherat.

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara hati kita dari penyakit hubbud dunya, dan membimbing kita untuk selalu lebih mementingkan akherat daripada dunia yang fana ini, aamiin.

WassalĂ mu 'alaikum.