pink.jpg

Kedudukan wanita dalam Islam

Assalàmu 'alaikum

Pembaca yang berbahagia. Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antara lelaki dan perempuan, maupun antar suku, bangsa dan keturunan. Perbedaan yang digaris bawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah nilai pangabdian dan ketakwaannya kepada Tuhan yang maha esa. (Silakan lihat QS. Al Hujarot: 13)

Pandangan masyarakat yang mengantar kepada perbedaan antara lelaki dan perempuan dikikis oleh Alqur'an. Alqur'an merombak pandangan kaum jahiliyah yang mendiskriminasikan perempuan. Khususnya dalam bidang kemanusiaan.

"Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitan- merah padamlah wajahnya dan dia sangat bersedih (marah). Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya itu. (Ia berfikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup- hidup). Ketahuilah! alangkah buruk apa yang mereka tetapkan itu." (QS. 16: 58-59)

Islam mengajarkan bahwa kaum wanita pun memiliki persamaan dengan kaum lelaki dalam berbagai bidang, yaitu diantaranya

1. Persamaan dalam derajat

Muhammad Al Ghazali pernah menulis,

"Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaan dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan- perempuan di kelima benua.

Keadaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan- perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam berpakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan.

Karena itu, hukum- hukum syariat pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Yang ini (lelaki) menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan, dan yang itu (perempuan) juga demikian, dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan."

2. Persamaan dalam hak waris

Dalam hak waris, Allah tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan di dalam sama-sama mendapat waris dari bapak, ibu dan kerabatnya.

Orang-orang jahiliyah dahulu memberikan warisnya hanya kepada anak laki- lakinya yang dia anggap bisa meneruskan pamornya dan bisa diajak perang dengan membawa pedang yang tajam. Sedangkan anak perempuan tidak mendapat waris karna menurutnya perempuan bisa cuma membawa aib bagi mereka.

3. Persamaan dalam Hak Asasi

Alqur'an berbicara tentang hak perempuan dalam berbagai ayatnya. Pembicaraan tersebut menyangkut berbagai sisi kehidupan. Ada ayat yang berbicara tentang hak dan kewajibannya, ada pula yang menguraikan keistimewaan tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah agama atau kemanusiaan. Sebagaimana tertera dalam surat At Taubah ayat 71.

Jadi kesimpulannya, kedudukan manusia yang mulia di sisi Allah swt adalah orang yang bertaqwa, bukan masalah perempuan ataupun laki-lakinya. Namun, perlu diketahui bahwa laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.

Akhirnya semoga postingan ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Wassalaamu 'alaikum .