mts.jpg

Assalàmu 'alaikum

Pengunjung setia yang baik hatinya. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada suatu sore hari ada seorang Ustadz menontonton televisi swasta yang menayangkan berita kriminal. Beliau tercengang manakala pembawa berita tersebut mengatakan bahwa telah terjadi pemerkosaan yang dilakukan oleh anak- anak di bawah umur, dimana korbannya adalah teman sepermainannya sendiri. Dalam introgasinya, anak yang menjadi tersangka tersebut mengatakan bahwa penyebab dari tindakan pemerkosaan tersebut adalah karena sering menonton video porno.

Setelah program tersebut selesai, ia termenung atas berita yang barusan ia tonton. Lalu dalam hatinya berkata, Kenapa ini mesti terjadi??

Dia merasa bahwa dalam hidupnya tersebut sudah melakukan apa yang diperintahkan dan menjalankan apa yang menjadi tugasnya sebagai seorang Ustadz. Dia sudah berdakwah baik melalui pengajian maupun majelis- majelis ta'lim yang ada. Namun Ustadz tersebut bertanya dalam hatinya, mengapa yang terjadi pada zaman sekarang ini justru terbalik. Orang- orang berprilaku tidak mencerminkan kehidupan yang agamis, sesuai dengan ajaran Islam yang telah digariskan Al Qur'an dan Hadits, ataukah ini memang merupakan dampak zaman akhir?

Kemudian Ustadz tersebut teringat, ia pernah bertemu dengan teman satu pesantrennya dulu. Dalam ceritanya Ustadz tersebut bertanya kepada temannya itu,

"Berapa anakmu sekarang?"

Kemudian temannya menjawab, "tiga anak. Yang pertama tinggal di luar kota untuk mengajar di sebuah Majelis Ta'lim. Yang kedua meninggal dunia karena kecelakaan ketika pulang dari sekolah. Padahal waktu itu ia sudah kelas tiga SMA. Dan yang terakhir ditahan di LP Cipinang karena kasus pidana anak tersebut menjadi bandar narkoba."

Kemudian Ustadz tersebut bertanya lagi, "Kenapa tidak disekolahkan di pondok pesantren untuk belajar Ilmu agama sebagai bekal kehidupan?"

"Saya sudah menasehatinya berkali- kali, namun anak itu bersikeras untuk sekolah di sekolah umum dengan alasan agar lebih mudah mendapat pekerjaan. Bahkan saya juga sering menjelaskan bahwa pekerjaan dan kesuksesan hidup itu didapat bukan karena punya ijasah." Terang temannya tersebut.

Astaghfirullàh

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara kita dan keluarga dari kemaksiatan. aamiin

Wassalàmu 'alaikum.