pustaka

AssalĂ mu 'alaikum

Pembaca yang dikasihi Allah.

Banyak faktor pendukung yang menjadikan seseorang memiliki ilmu pengetahuan. Di antaranya yaitu dengan gemar membaca.

Membaca buku merupakan salah satu upaya untuk meraih ilmu. Dan untuk mendapatkan buku bacaan, tidaklah seseorang itu harus memilikinya. Apalagi, harga buku belakangan ini sangat mahal.

Oleh karena itu, jalan yang paling menguntungkan adalah dengan pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku dan membacanya.

Persoalannya adalah, sejauh manakah animo umat islam untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat mereka menimba ilmu? pertanyaan inilah yang mungkin paling cocok untuk kita sodorkan kepada kita masing- masing.

Sebelum menjawabnya, alangkah baiknya kita berkaca dulu pada pengalaman masa lalu tentang bagaimana Islam pernah maju, dengan perpustakaan- perpustakaan besarnya.

Pengalaman pertama diawali dari Ibnul Amid.

Ketika istana beliau diserbu oleh salah satu bala tentara besar, maka pertama kali yang keluar dari lisan beliau setelah peristiwa itu adalah,

"Bagaimama keadaan perpustakaan saya?" Penjaga perpustakaan menjawab, "Ia masih seperti semula."

Betapa bahagianya beliau mendengar jawaban seperti itu. Lalu beliau berkata kepada penjaga itu,

"Aku bersaksi bahwa engkau berjiwa berkah. Semua harta bisa diganti tetapi perpustakaan ini tidak ada gantinya."

Begitu pula pengalaman dari Sahib bin Abbad.

Ia lebih mengutamakan tinggal di samping perpustakaan, dibandingkan menerima jabatan tinggi dari Nuh bin Manshur as Samani dan tinggal di istana.

Apa yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah bahwa bagi orang yang mengerti tentang arti pentingnya hidup ini pasti akan menganggap buku dan perpustakaan adalah sangat berharga dibandingkan harta benda lainnya.

Melalui buku dan perpustakaan, Islam bisa melahirkan Imam Al Ghazali, Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun dan sebagainya. Sebaliknya, karena mengabaikan keduanya lah, kita bisa menyadari sendiri bagaimana Indonesia dan mungkin umat Islam sekarang ini jatuh terpuruk dalam jurang kemunduran.

Sejarah mencatat bahwa Islam pernah memiliki perpustakaan besar di masanya. Untuk disebutkan, beberapa di antaranya adalah perpustakaan Khalifah Dinasti Fatimiyah di kairo.

Perpustakaan ini sangat menakjubkan, karena isinya berupa mushaf- mushaf dan buku- buku yang sangat berharga. Jumlah seluruh buku yang ada di situ mencapai dua juta eksemplar.

Selain itu, Islam juga pernah memiliki perpustakaan Darul Hikmah di Kairo, yang didirikan oleh Al Hakim Biamrillah.

Katanya, di sana dihimpun buku- buku yang belum pernah dihimpun oleh seorang raja mana pun. Perpustakaan itu mempunyai 40 lemari, bahkan ada salah satu lemari yang memuat 18.000 buku tentang ilmu- ilmu kuno.

Di baghdad, pernah berdiri perpustakaan Baitul Hikmah yang didirikan oleh Harun Ar Rasyid.

Perpustakaan ini lebih menyerupai universitas yang di dalamnya terdapat buku- buku yang mencapai puncak kebesarannya pada masa Al Ma'mun.

Lalu, perpustakaan Al Hakan di andalus. Perpustakaan ini sangat besar dan luas.

Ia mempunyai katalog- katalog yang sangat teliti dan teratur. Sehingga sebuah katalog khusus dewan- dewan syair yang ada di perpustakaan itu mencapai 44 bagian.

Selain perpustakaan- perpustakaan yang sifatnya umum tersebut di atas, Islam juga mencatat pribadi- pribadi Muslim yang pernah memiliki perpustakaan sendiri, seperti perpustakaan Al Fath bin Khaqan (terbunuh tahun 247 H), perpustakaan Ibnu Khasyab (wafat tahun 567 H), perpustakaan Jamaluddin Al Qifthi (wafat tahun 646 H), perpustakaan Bani Jaradah Al Ulama di Haleb (wafat tahun 548 H), dan perpustakaan Muwaffaq bin Muthran Dimasyqi (wafat tahun 587 H).

Sayang, semuanya hanya tinggal kenangan! perpustakaan- perpustakaan itu kini lenyap diterpa badai keangkara murkaan manusia. Mereka hancur dalam suatu peperangan.

Perpustakaan di baghdad misalnya, hancur karena serangan Tartar. Perang salib juga telah menghanguskan perpustakaan paling berharga yang ada di Tripoli, Maarrah, Al Qurds, Ghazzah, Asqalan dan sebagainya.

Begitu juga pendudukan spanyol atas Andalusia, bentrokan karena fitnah antara Sunni dan Syiah pada hari- hari Asyura di Haleb, dan penyerbuan barbar ke cordoba, telah menghanguskan perpustakaan besar yang pernah dimiliki Islam.

Karena itu, hendaknya kita semua bangkit dan meluangkan waktu untuk membaca.., membaca.., dan membaca..

WassalĂ mu 'alaikum wr.wb. .