gapura-tengah-ma.jpg

Assalàmu 'alaikum

Salah satu hasrat jiwa yang agung adalah keinginannya untuk berbagi apa-apa yang telah diraihnya kepada sesama. Sehingga tidak heran, jika dijaman digitalisasi ini terdapat berbagai forum, media ataupun jejaring sosial yang dimanfaatkan sebagai tempat berbagi secara cuma-cuma (gratis).

Namun sebagai seorang Muslim, sudah sepatutnya kita berperilaku sesuai tuntunan agama. Dalam hal berbagi, jauh-jauh hari Rasulullah telah mengajarkan agar kita saling berbagi dalam hal kebaikan dan kemanfaatan.

Dalam pandangan Islam, kebaikan ada dua macam yaitu kebaikan dhohir dan kebaikan bathin.

Kebaikan dhohir sendiri merupakan semua kebaikan yang tampak, baik secara materi maupun jasa. Adapun kebaikan bathin merupakan kebaikan yang tidak tampak, namun kemanfaatannya lebih terasakan oleh jiwa dan bersifat abadi.

Kebaikan bathin sudah jelas lebih besar manfaatnya jika dibandingkan dengan kebaikan dhohir belaka. Karena disamping baik secara lahir, kebaikan bathin ini juga merupakan kebaikan yang memancar dari "Niat yang tulus."

KEDUDUKAN NIAT DALAM AMAL

Kedudukan niat dalam setiap amal sangatlah vital. Bisa dikatakan bahwa niat merupakan sebuah pondasi suatu amal. Itu sebabnya, Rasulullah pernah bersabda,

انما اﻻعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى .

"Sesungguhnya semua amal/ tindakan itu dengan niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang itu tergantung pada apa yang diniatkannya."

Kokohnya pondasi/ niat suatu amal bukanlah dilihat dari seberapa kuat hasrat seseorang untuk melakukan amal/ tindakan tersebut. Melainkan adalah tergantung seberapa kuat seseorang memurnikan niat tersebut (ikhlas) karena Allah dan Rasul-Nya semata. Hal inilah yang pernah disampaikan oleh Rasulullah,

فمن كانت هجرته الى الله ورسوله فهجرته الى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها اوإمرأة ينكحها فهجرته الى ما هاجر اليه .

"Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itupun sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena harta dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu akan sampai kepada apa yang ditujunya."

Dan oleh karenanya, semakin seseorang murni niatnya hanya karena Allah dan Rasul-Nya semata, maka semakin besar pula kemanfaatan/ kebaikan yang dirasakan. Tidak hanya kebaikan di dunia ini saja, tapi akan terasa pula hingga di akherat. Oleh karena itu, marilah kita berlatih dan terus berlatih memurnikan niat kita dalam setiap tindakan semata-mata hanya karena Allah dan Rasulnya.

Akhirnya, semoga kita dikaruniai keikhlasan dan tergolong dalam kelompok orang-orang yang ikhlas, aamiin..

Wassalàmu 'alaikum wr.wb.
.