senja.jpg

Assalàmu 'alaikum

Para pembaca yang budiman. Rasulullah saw di sebuah kesempatan bersama para sahabatnya, bersabda, "Seorang mukmin ada di antara dua ketakutan, antara ajal yang sudah berlalu, tidak tahu apakah yang akan dilakukan Allah swt kepadanya, dan ajal yang akan datang juga tidak tahu bagaimana putusan Allah terhadap dirinya, oleh karena itu seorang hamba harus membekali dirinya dengan amalnya sendiri untuk keselamatannya sendiri, dan dari dunia untuk akherat, dan dari hidup untuk matinya, maka demi Allah swt yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesudah mati tidak ada kesempatan untuk meminta ampun, dan sesudah dunia ini tidak ada tempat selain surga dan neraka." (Dari Al Hasan dari Jabir ra.)

Isi hadits tersebut begitu diresapi oleh Muaz bin Jabal dan membuatnya berkata, "Seorang mukmin itu tidak mungkin akan tenang ketakutannya atau hilang dari hatinya, sehingga nyata-nyata telah meninggalkan jembatan neraka Jahanam yang ada di belakangnya."

Ungkapan lain terucap dari mulut Ka'bul Akhbar, "Untuk menangis karena takut kepada Allah swt sehingga air mataku mengalir adalah lebih aku sukai daripada aku bersedekah emas seberat badanku. Karena tidak ada seorang pun yang menangis karena takut kepada Allah swt sehingga air matanya menetes jatuh ke bumi, kecuali api neraka tidak akan menyentuhnya."

Setiap dosa yang kita lakukan akan memberi titik hitam yang akan menggelapkan hati kita. Bila hati kita gelap, maka tiada tempat baginya untuk menampung cahaya keimanan dari Allah swt.

Seorang 'alim telah berpesan kepada Abu Abdillah Asy Syami, "Takutlah kepada Allah swt sehingga tidak ada sesuatu yang ditakuti lebih-Nya. Dan haraplah kepada-Nya lebih daripada rasa takutmu kepada-Nya. Dan cintailah untuk sesamamu sebagaimana cintamu kepada dirimu sendiri."

Bagi orang yang lemah imannya, rasanya sangat berat sekali untuk mengerjakan ibadah. Tekanan nafsu dan rayuan setan tidak habis-habisnya menggoda kita untuk selalu mengikuti ajakannya. Hal yang mesti kita perbuat adalah menanamkan rasa harap agar mendapatkah rahmat Allah swt.

Lebih lanjut Abu Laits mengatakan bahwa tanda orang yang takut kepada Allah swt terbukti dengan delapan macam :

Pertama, terbukti lidahnya, maksudnya lidahnya tertahan dari berbuat dusta, ghibah dan bicara yang tidak penting. Mereka senantiasa mempelajari Al Qur'an dan memperdalam ilmu.

Kedua, menjaga lidahnya sehingga tidak makan kecuali yang halal dan tidak berlebih-lebihan.

Ketiga, menjaga penglihatannya sehingga tidak melihat yang haram dan tidak melihat dunia selain sebagai peringatan.

Keempat, menjaga tangannya sehingga tidak mengerjakan perbuatan yang haram.

Kelima, tidak melangkahkan kakinya ke tempat-tempat berlangsungnya kemaksiatan.

Keenam, menjaga hatinya dari perbuatan hasud, dengki, iri hati dan sifat-sifat tercela lainnya.

Ketujuh, menjaga keikhlasan hati dalam setiap melakukan amal kebajikan.

Dan kedelapan, menjaga pendengarannya dari perkara-perkara yang bukan merupakan haknya.

Demikian sekilas mengenai Takut dan Harapnya orang-orang yang beriman untuk kita jadikan bahan renungan, sehingga membawa kebaikan bagi kita semua.

(Dari : berbagai sumber)
Wassalàmu 'alaikum.

.